East Java Ecotourism Forum / EJEF atau Forum Ekowisata Jawa Timur merupakan organisasi nirlaba yang mengembangan dan menerapkan konsep ekowisata berbasis masyarakat (Community Based Ecotourism / CBET). Didirikan pada tahun 2010 dan dideklarasikan dalam ajang pertemuan nasional Jaringan Ekowisata Indonesia di Pasuruan.

EJEF berbadan hukum Perkumpulan dengan surat keputusan Menkumham Nomor AHU-0073788.AH.01.07. Tahun 2016 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Forum Ekowisata Jawa Timur.

LATAR BELAKANG BERDIRINYA EJEF

Jawa Timur berada dalam koridor perjalanan wisata yang strategis, diapit destinasi wisata yang sudah maju yakni Bali dan Yogyakarta. Jawa Timur memiliki aset berupa potensi alam ( Taman nasional/TN, suaka marga satwa/SM, Taman wisata Alam/TWA, Tahura, hutan lindung dan kawasan laut . Selain itu aspek budaya , kesenian, kuliner, arsitektur, pertanian, dan aktivitas masyarakat yang bisa dijadikan modal utama dalam pengembangan pariwisata.

Disisi lain Jawa Timur memiliki tantangan yang besar diantaranya masih rendahnya kualitas Sumber daya manusia dalam sektor pariwisata. Belum terbangunya kemitraan multi pihak ini juga menjadi tantangan tambahan dalam pengembangan tata kelola destinasi wisata di jawa Timur. Sebagian besar destinasi wisata di Jatim berkembang belum dengan sebuah perencanaan yang komprehensif, sehingga perkembangan wisata lebih sporadis, instan dan kurang berorientasi pada semangat Green and Blue economic seperti yang tertuang dalam sustainable development goals / SDG’s.

Visi

TERWUJUDNYA DESTINASI EKOWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL BERSTANDAR INTERNASIONAL UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT JAWA TIMUR.

Misi

Dari visi tersebut diatas, terdapat 9 misi yang tercantum dalam anggaran dasar organisasi pasal 7 antara lain :

  1. Membangun komunikasi, koordinasi, dan kerjasama para pihak yang memiliki kepedulian pada pengembangan ekowisata.
  2. Mengkoordinasi Pengembangan perencanaan, penelitihan, dan pendidikan tentang keekowisataan.
  3. Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi terhadap rencana pengembangan destinasi ekowisata baik di kawasan konservasi maupun kawasan non-konservasi.
  4. Melakukan koordinasi pengembangan produk ekowisata, kerajinan, dan pertanian.
  5. Melakukan koordinasi penjualan hasil kerajinan dan pertanian milik anggota dan masyarakat.
  6. Melakukan promosi dan pemasaran ekowisata.
  7. Melakukan pelatihan-pelatihan dibidang pariwisata dan kelembagaan untuk pengembangan sumber daya manusia di Jawa Timur.
  8. Mengkoordinasi pengembangan peraturan dan standar produk ekowisata.
  9. Mengkoordinasi pendataan keanekaragaman hayati dan kearifan lokal termasuk seni budaya, pengobatan, pertanian, arsitektur, kuliner, dan nilai-nilai budaya daerah yang ada di Jawa Timur.

SIAPA SAJA ANGGOTA JARINGAN EJEF

Anggota jaringan EJEF tersebar hampir diseluruh kabupaten di Jawa Timur. Sebagian besar adalah pengelola destinasi wisata, baik destinasi ekowisata maupun non ekowisata termasuk desa wisata. Anggota EJEF juga terdiri dari pelaku ekowisata seperti pemandu, asesor ekowisata, pengelola homestay, Tour Operator. Selain praktisi, EJEF juga memiliki anggota jaringan dari akademisi / universitas seperti dosen peneliti dan mahasiswa. Media massa, aktivis pendamping masyarakat/LSM, budayawan/seniman, komunitas fotografi dan pemerintah juga terlibat dalam keanggotaan.

PENGURUS EJEF