Taman Nasional Meru Betiri merupakan salah satu taman nasional di Jawa Timur yang terletak di antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi. Kawasan ini dikenal memiliki kekayaan alam yang luar biasa, termasuk menjadi salah satu tempat penting untuk konservasi penyu. Salah satu pantai yang paling terkenal di kawasan ini adalah Pantai Sukamade, yang menjadi lokasi utama penyu-penyu mendarat untuk bertelur.
Saat ini, kelangsungan hidup penyu menghadapi banyak ancaman. Mulai dari terjebak jaring penangkap ikan, pembangunan di kawasan pesisir, pemanasan global, perdagangan dan konsumsi telur penyu secara ilegal, hingga pencemaran laut dan perdagangan cangkangnya. Ancaman-ancaman tersebut membuat populasi penyu terus menurun dari waktu ke waktu.
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan saat berkunjung ke Turtle Conservation and Education Center di Bali, dari sekitar 150 telur penyu yang menetas, hanya sekitar 10 persen yang mampu bertahan hidup. Lebih memprihatinkan lagi, dari jumlah tersebut biasanya hanya satu ekor yang dapat tumbuh hingga menjadi induk dewasa. Fakta ini menunjukkan bahwa penyu adalah satwa yang sangat rentan, sehingga membutuhkan perhatian dan perlindungan serius.

Melihat kondisi tersebut, Taman Nasional Meru Betiri mengambil langkah nyata dengan membentuk Unit Konservasi Penyu pada tahun 2010. Unit ini dibentuk oleh Balai Taman Nasional Meru Betiri sebagai upaya khusus untuk menjaga kelangsungan hidup penyu di Pantai Sukamade. Lokasi konservasinya berada di Resort Sukamade, SPTN Wilayah I Sarongan.
Di Pantai Sukamade sendiri terdapat empat jenis penyu, yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu slengkrah (Lepidochelys olivacea), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Dari keempat jenis tersebut, penyu hijau menjadi jenis yang paling sering mendarat, dengan persentase mencapai sekitar 95 persen.
Proses konservasi dilakukan mulai dari pengamanan telur-telur penyu yang ditemukan di sepanjang pantai, pemindahan telur ke tempat penetasan yang lebih aman, hingga pelepasan tukik kembali ke habitat alaminya. Tidak hanya itu, Unit Konservasi Penyu juga aktif dalam kegiatan penelitian, pendidikan konservasi, dan pengembangan ekowisata yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian penyu.
Keberadaan Taman Nasional Meru Betiri menjadi bukti bahwa upaya pelestarian penyu membutuhkan komitmen yang serius. Melalui Unit Konservasi Penyu, taman nasional ini terus berupaya menjaga keberlangsungan hidup penyu dari berbagai ancaman kepunahan. Namun, upaya ini tentu tidak bisa dilakukan sendiri. Dukungan dan kesadaran masyarakat juga sangat dibutuhkan agar penyu tetap bisa hidup dan berkembang di habitat alaminya untuk generasi yang akan datang.

